Sabtu, 11 Februari 2017

Stop 3 Kebiasaan yang Bisa Buat Anda Tampak Lebih Tua

Stop 3 Kebiasaan yang Bisa Buat Anda Tampak Lebih Tua

Walaupun Anda merasa telah melewati sepanjang tahun dengan semangat yang muda dan menggebu, tidak ada yang dapat dipungkiri bahwa efek penuaan juga merupakan satu hal yang tidak dapat dihindari. Contohnya, Anda yang sering minum minuman keras di usia 20-an, mungkin sekarang tubuh tidak terasa seperti dulu lagi.


Dilansir dari mydomaine.com, ), berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang harus dihindari agar efek penuaan tidak muncul. Penasaran?

1. Makan junk food
Risiko kesehatan yang berkaitan dengan makan makanan olahan juga menyebabkan seseorang mengalami penuaan dini. Anda dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi makanan yang dipanen, seperti buah, sayur, dan biji-bijian.

2. Tidak memprioritaskan tidur
Sulit tidur di malam hari sesekali mungkin dianggap sebagai hal yang normal, namun jika ini


dijadikan kebiasaan, Anda juga meningkatkan beberapa risiko buruk. Tidak memiliki banyak waktu tidur juga berarti menambah berat badan, kanker, dan semua masalah kesehatan yang dapat Anda bayangkan. Anda dianjurkan untuk memprioritaskan tidur jika tidak ingin masalah berkelanjutan.

3. Gaya hidup tidak aktif
Anda mungkin memang harus melakukan aktivitas kerja dari jam 9 sampai 5 sore, namun ada aktivitas yang dapat Anda kontrol setelah jam kerja. Duduk berjam-jam dapat meningkatkan konsekuensi metabolik yang negatif. Anda dianjurkan untuk berjalan-jalan di sekitar kantor, berdiri, dan berolahraga setelah bekerja.

3 Alasan Mengapa Anda Sangat Terobsesi dengan Mantan dari Pacar

3 Alasan Mengapa Anda Sangat Terobsesi dengan Mantan dari Pacar

Sebuah fakta sederhana mengatakan bahwa menginjak usia 20 tahun, Anda akan cenderung memiliki mantan dalam hubungan percintaan atau asmara. Semua orang memulai hubungannya dengan polos. Namun semakin dekat dengan seseorang, Anda akan semakin ingin tahu segala sesuatu tentang orang tersebut, termasuk mengapa ia putus dengan mantan pacar sebelum Anda.


Penasaran adalah sesuatu yang sangat alamiah dari seorang manusia. Namun, bagaimana jika rasa penasaran Anda justru berubah menjadi obsesi? Dilansir dari yourtango.com, Jumat (27/01/2017), berikut ini adalah beberapa alasan mengapa Anda bisa sangat terobsesi dengan mantan dari pacar Anda.

1. Anda khawatir
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa tingkah di balik perilaku cemburu Anda bisa bersumber dari kerentanan dan ketakutan pacar akan meninggalkan Anda dan kembali kepada mantan. Ketakutan inilah yang akhirnya membuat


Anda lebih mudah merasa tidak aman, cemburu, atau marah terhadap orang lain, bahkan jika ia bukan merupakan ancaman.

2. Anda ingin tahu apa yang salah
Semua orang belajar dari kisah orang lain dan mencari tahu adalah salah satu cara terbaik untuk tidak mengulangi masa lalu. Ketika Anda sangat terobsesi dengan apa yang salah, Anda akan fokus pada hal itu saja dan bukannya apa yang terjadi dengan benar.

3. Anda berusaha membandingkan dan berkompetisi dengan orang itu
Semakin diperhatikan, Anda akan semakin mencoba untuk menjadi sesuai. Namun, tahukah Anda bahwa semakin berusaha, Anda semakin tidak terlihat otentik.
Ada satu cara mudah dan sederhana untuk menjadi pemenang, yaitu menjadi diri sendiri. Mantan adalah mantan dan Anda tidak perlu terobsesi dengannya.

5 Penanda Pernikahan Anda Kehilangan Kehidupan Seks

5 Penanda Pernikahan Anda Kehilangan Kehidupan Seks

Di belahan bumi bagian barat, sering terdengar lelucon, pasangan yang sebelumnya punya kehidupan seks yang panas, malah akan berhenti berhubungan seks begitu mereka menikah. Walau guyonan tadi tak sepenuhnya benar, sayangnya, juga tak sepenuhnya salah.

Di masa-masa awal pernikahan, biasanya seks begitu menggebu-gebu. Anda sangat ingin pasangan tahu, betapa Anda mencintainya. Dan salah satu cara pasti menunjukkannya adalah dengan berhubungan seks.



Namun seiring bertambahnya usia pernikahan, biasanya hasrat bercinta tadi akan menurun, dan seks kemudian bisa berubah menjadi sekedar rutinitas. Lagipula Anda dan pasangan sudah sama-sama tahu, kalian memang saling mencintai, jadi hasrat untuk membuktikannya tak lagi membara.

Melansir Prevention, Senin (23/01/2017) sayangnya rasa tenang tadi justru bisa berakibat buruk bagi pernikahan. Anda dan pasangan bisa jadi kemudian malah berhenti berusaha dan saling merayu.

Tanpa sadar, Anda dan pasangan ternyata sudah berbulan-bulan tak berhubungan seks.

Banyak pasangan yang meremehkan hal itu, dan menganggapnya hal yang wajar. Memang, pernikahan bukan semata-mata soal seks, tapi bukan berarti Anda bisa sama sekali menyingkirkan dan melupakannya dari kehidupan pernikahan.

Untunya, ada beberapa tanda peringatan yang mengindakasikan Anda berdua bergerak menuju pernikahan yang tak ada kehidupan seksual di dalamnya. Jika Anda merasa tak lagi terkoneksi dengan pasangan secara seksual, berikut 5 tanda bahaya Anda dan pasangan berisiko akan menjalani pernikahan tanpa kehidupan seks:


1. Tidak pernah ada di kamar dalam waktu yang sama

Tak masalah jika pasangan memiliki jam tidur yang berbeda. Namun, jika Anda dan pasangan sepertinya tidak pernah menghabiskan waktu di kamar bersama, ini adalah masalah besar. Karena artinya, Anda dan pasangan membatasi situasi dimana kesempatan untuk berhubungan seks mungkin terjadi.

Kesempatan adalah faktor penting dalam keputusan kita untuk berhubungan seks. Anda berdua perlu untuk berada dekat secara fisik. Jadi, jika Anda berdua tak pernah pergi di tidur di waktu yang sama, Anda mungkin harus mulai mencoba mengikuti pasangan Anda.

Hal ini akan memperbesar kemungkinan seks terjadi.

2. Anda berdua selalu merasa lelah
Menjadi orang dewasa memang melelahkan, apalagi jika Anda juga adalah orangtua. Merasa lelah saat pasangan ingin berhubungan seks adalah hal yang wajar.

Namun, jika hal itu terus menjadi jawaban Anda setiap pasangan mengajak berhubungan seks, atau pasangan Anda yang seperti itu hal tersebut bisa jadi masalah.

Jika Anda terus-terusan merasa capek setiap pasangan mengajak berhubungan seksual, maka hal itu bukanlah karena lelah, tapi karena penghindaran. Jika itu yang terjadi, Anda berdua perlu melihat baik-baik ada apa dengan kehidupan seksual Anda. Kenapa Anda lebih memilih menghindarinya.

3. Berfokus pada hasil, bukan proses

Orgasme memang sesuatu yang luar biasa, namun bukan segala-galanya tentang seks. 99 persen seks adalah tentang apa yang bisa membawa Anda menuju orgasme--sentuhan, ciuman, belaian. Namun, ketika pasangan merasa lelah atau terburu-buru atau bosan terhadap satu sama lain, seringnya hubungan seksual mereka jadi hanya berfokus pada pencapaian orgasme secepat mungkin.

Foreplay lantas dilupakan. Saat Anda sudah lama menikah, biasanya Anda sudah tahu tentang kesukaan masing-masing, jadi serignya malah memilih cara tercepat untuk menyelesaikannya. Hal ini membuat keintiman jadi diabaikan, eksplorasi tak pernah lagi terjadi. Pasangan yang seperti ini akan berhubungan seks, lantas kembali ke kegiatannya masing-masing.

Hal ini akan mnejadi masalah karena, ketika pasangan hanya fokus pada orgasme, hal ini tidak akan membuat Anda berdua sadar, betapa Anda saling membutuhkan untuk mencapainya. Anda akan mulai berpikir, "Aku akan bisa mendapatkan orgasme lebih cepat dengan tanganku sendiri" dan, tak lama, Anda berdua akan kehilangan alasan untuk berhubungan seks

4. Tidak mempedulikan penampilan

Salah satu bagian terbaik dari menikah, secara teori, adalah memiliki seseorang yang akan mencintai Anda apa adanya. Seperti kentut di kasur, menggunakan kaus lusush yang sama, dan terlihat berantakan. Namun, kenyamanan tadi bisa merugikan kehidupan seksual.

Bukan berarti Anda lantas harus berdandan di rumah, namun tak ada salahnya untuk selalu terlihat bersih, rapi, atau wangi. Sesekali perlakukan suami/istri seperti saat masih berkencan dulu, terutama jika Anda merasa frekuensi Anda berhubungan seks sudah semakin sedikit.

Tak pernah ada salahnya untuk selalu memberikan versi terbaik dari diri Anda bagi pasangan.

5. Terlalu banyak hal yang tak tersampaikan

Ini adalah alasan yang cukup berat. Seperti yang mungkin bisa disampaikan oleh orang-orang yang sudah lama menikah, terkadang ada masanya Anda dan pasangan tak selalu setuju.

Anda merasa seperti tak bisa berbicara degnannya. Anda memiliki suatu hal dalam hidup yang tak bisa Anda sampaikan dan bicarakan padanya--dan Anda yakin dia melakukan hal yang sama.

Atau Anda mungkin memiliki sesuatu yang ingin Anda sampaikan--kekesalan, keinginan terpendam, kebutuhan--namun Anda tak pernah bisa melakukannya. Entah karena marah, tak peduli, atau hal lainnya.

Ketika ada terlalu banyak hal yang dibenam dalam pernikahan, hal itu tentunya bisa mempengaruhi kehidupan seks. Karena seks adalah tentang keintiman dan keterbukaan. Dan Anda tidak akan merasa seksi atau terbuka ketika Anda terus-terusan kesal pada pasangan.

Jika percakapan yang tertahan ini menjadi karakter yang menentukan pernikahan, Anda harus siap kehidupan seksual Anda juga akan berakhir. Karena jika Anda hidup terpisah secara emosional dengan pasangan, maka secara seksual Anda juga akan berpisah.



Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Risiko Disfungsi Ereksi

Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Risiko Disfungsi Ereksi

Sebuah penelitian terbaru di Italia mengungkap fakta menarik soal kadar rendah vitamin D yang dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi.



Dalam studi yang menguji 143 pria tersebut, ilmuwan menemukan bahwa hampir setengah dari mereka yang kekurangan vitamin D atau mendapatkan sinar matahari yang cukup memiliki derajat disfungsi ereks

"Pada kasus disfungsi ereksi yang parah, pria hanya memiliki kadar vitamin D 24 persen lebih rendah," kata penulis studi Alessandra Barassi, M.D dan tim, seperti dilansir Menshealth, Jumat (10/2/2017).

Menurut Barassi, kemungkinan vitamin D memacu produksi radikal bebas yang disebut ion superoksida sehingga ketika radikal bebas menguras nitrat oksida Anda, molekul tersebut membantu pembuluh darah berfungsi dengan baik.

"Nitrat oksida dapat meningkatkan aliran darah dan menyebabkan ereksi dalam keadaan normal," kata pakar urologi, Larry Lipshultz. Tanpa jumlah asam nitrat yang cukup, maka Anda akan sulit ereksi.

Lipshultz menyarankan, jika Anda menderita disfungsi ereksi, mintalah dokter Anda untuk memeriksa kadar vitamin D Anda. "Untuk pasien disfungsi ereksi dengan tingkat rendah, penelitian ini merekomendasikan mengonsumsi suplemen vitamin D dengan kadar 30 ng/mL."

Kalimat yang Terlarang Diucapkan Kepada Wanita Single

Kalimat yang Terlarang Diucapkan Kepada Wanita Single

Ke undangan kok sendirian terus, makanya nikah dong!” mungkin ucapan tersebut sering kita dengar. Mungkin diucapkan dengan maksud bercanda, namun bisa jadi kalimat tersebut jika diucapkan pada seorang wanita single kemungkinan bisa membuat panas telinga dan sakit hatinya. Banyak wanita single yang didasari banyak alasan, entah karena karier, studi, belum menemukan kekasih yang tepat, dan banyak alasan lain yang merupakan hak dan pilihan mereka pribadi. Kita tidak tahu pasti alasan apa di balik keputusan mereka yang masih melajang. Jadi berpikirlah secara bijak sebelum melontarkan pertanyaan semisal “Kapan nikah?” kepada seorang wanita single.

Berikut adalah kalimat-kalimat yang sebaiknya tidak Anda ucapkan kepada mereka seperti dilansir dari amerikanki.com

Kok gadis sebaik Anda masih melajang sih
Kita sering mendengar kalimat tersebut diucapkan kepada wanita yang menurut kita menarik tapi masih betah melajang. Mungkin maksud kita baik karena menganggap wanita tersebut memiliki banyak kelebihan. Namun hati-hati, kalimat tersebut bisa menyebabkan dia mulai mencari kekurangan dalam penampilan dan karakternya. Bagi Anda wanita single, jika mendengar ucapan tersebut yakinlah bahwa tidak ada yang salah dengan status single. Teruslah belajar seseuatu yang baru, alami banyak pengalaman menarik, dan asah kemampuan Anda.

Apakah Anda ingin menikah?

Apakah Anda ingin menikah?
Mengajukan pertanyaan di atas adalah hal yang kasar dan tidak bijak. Menikah merupakan keputusan pribadi yang tidak ada kaitannya dengan diri Anda. Banyak alasan yang melatar belakangi seseorang ketika memutuskan akan menikah. Bagi Anda yang single, mendapat pertanyaan tersebut bisa jadi Anda merasa disudutkan dengan opini orang lain. Namun jika Anda menjalani kehidupan Anda dengan bahagia, penuh kasih sayang, banyak berbagi dan bermanfaat bagi orang banyak, orang-orang yang mengajukan pertanyaan tersebut akan bungkam ketika melihat betapa serunya Anda menikmati hidup.

Sudah jomblo sejak kapan?
Menurut Anda, teman Anda sudah lama melajang dan Anda penasaran sudah berapa lama dia menghabiskan hidupnya tanpa pasangan kekasih. Mungkin maksud Anda baik karena ingin dia memiliki pasangan, namun mengingatkan kurun waktu masa melajang sangat tidak pantas. Bagi Anda wanita single, jika Anda yang diajukan pertanyaan tersebut, tanggapilah dengan kalem. Waktu yang Anda habiskan untuk menunggu orang yang tepat bukan hal yang sia-sia, selama Anda terus produktif berkarya.

Saat seumuran Anda, aku sudah menikah dan punya anak

Saat seumuran Anda, aku sudah menikah dan punya anak
Tidak tepat membandingkan kehidupan Anda dengan orang lain. Setiap orang mempunyai takdir dan jalan hidup masing-masing. Berhati-hatilah untuk tidak mengucapkan kalimat tersebut kepada teman Anda yang masih single. Bagi Anda yang masih single, saat mendengar ucapan tersebut janganlah terbawa perasaan atau merasa bahwa hidup ini tidak adil. Ingatlah bahwa setiap orang sudah diberi porsi masing-masing dalam hidupnya.

Seharusnya Anda memiliki anak sebelum usia 30 tahun
Usia keemasan bagi wanita untuk bereproduksi memang dalam rentang usia 20 sampai 30 tahun. Namun melontarkan ucapan tersebut kepada wanita single adalah hal yang kasar. Dikaruniai keturunan adalah impian banyak pasangan suami istri, namun tentu saja hal tersebut lebih banyak karena campur tangan Tuhan. Bagi Anda wanita single, tetaplah berpikir positif. Banyak wanita yang hamil di atas usia 30 tahun masih sehat dengan anak-anak yang juga sehat. Anak adalah rejeki dan titipin dari Tuhan. Jangan sampai opini orang lain mempengaruhi emosi Anda.

Anda bebas mau berbuat apa saja karena masih lajang, Aku berharap masih bisa seperti Anda
Dalam hidup kadang kita mengalami kebosanan lalu menjadikan kita iri dengan kehidupan orang lain. Namun jangan sampai hal tersebut membuat kita tidak bersyukur dengan hidup kita sendiri. Syukurilah setiap momen yang terjadi dalam hidup Anda. Bagi wanita single, adakalanya Anda gerah dicap bebas melakukan apa saja. Karena hidup melajang bukan berarti Anda tidak punya kewajiban dan tanggung jawab juga. Jalanilah hidup Anda dengan penuh manfaat, lakukan banyak hal yang positif, dan bersyukurlah dengan hidup Anda.
Diberdayakan oleh Blogger.

 

© 2013 Info Menarik. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top